Selasa, 17 Mei 2011

5 PEROSAK HATI

5 Perusak Hati

Hati adalah pengendali. Jika ia baik, baik pula perbuatannya. Jika ia rusak, rusak pula perbuatannya. Maka menjaga hati dari kerusakan adalah niscaya dan wajib. Tentang perusak hati, Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan ada lima perkara, 'bergaul dengan banyak kalangan (baik dan buruk), angan-angan kosong, bergantung kepada selain Allah, kekenyangan dan banyak tidur.'
1. Bergaul dengan banyak kalangan
Pergaulan adalah perlu, tapi tidak asal bergaul dan banyak teman. Pergaulan yang salah akan menimbulkan masalah. Teman-teman yang buruk lambat laun akan menghitamkan hati, melemahkan dan menghilangkan rasa nurani, akan membuat yang bersangkutan larut dalam memenuhi berbagai keinginan mereka yang negatif.

Dalam tataran riel, kita sering menyaksikan orang yang hancur hidup dan kehidupannya gara-gara pergaulan. Biasanya out put semacam ini, karena motivasi bergaulnya untuk dunia. Dan memang, kehancuran manusia lebih banyak disebabkan oleh sesama manusia. Karena itu, kelak di akhirat, banyak yang menyesal berat karena salah pergaulan. Allah berfirman:

"Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zhalim menggigit dua tangannya seraya berkata, 'Aduhai (dulu) kiranya aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku, kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Qur'an ketika Al-Qur'an itu telah datang kepadaku." (Al-Furqan: 27-29).

"Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa." (Az-Zukhruf: 67).
"Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah adalah untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kamu dalam kehidupan dunia ini, kemudian di hari Kiamat sebagian kamu mengingkari sebagian (yang lain) dan sebagian kamu melaknati sebagian (yang lain), dan tempat kembalimu adalah Neraka, dan sekali-kali tidak ada bagimu para penolong." (Al-Ankabut: 25).

Inilah pergaulan yang didasari oleh kesamaan tujuan duniawi. Mereka saling mencintai dan saling membantu jika ada hasil duniawi yang diingini. Jika telah lenyap kepentingan tersebut, maka pertemanan itu akan melahirkan duka dan penyesalan, cinta berubah menjadi saling membenci dan melaknat.
Karena itu, dalam bergaul, berteman dan berkumpul hendaknya ukuran yang dipakai adalah kebaikan. Lebih tinggi lagi tingkatannya jika motivasi pertemanan itu untuk mendapatkan kecintaan dan ridha Allah.

2. Larut dalam angan-angan kosong
Angan-angan kosong adalah lautan tak bertepi. Ia adalah lautan tempat berlayarnya orang-orang bangkrut. Bahkan dikatakan, angan-angan adalah modal orang-orang bangkrut. Ombak angan-angan terus mengombang-ambingkannya, khayalan-khayalan dusta senantiasa mempermainkannya. Laksana anjing yang sedang mempermainkan bangkai. Angan-angan kosong adalah kebiasaan orang yang berjiwa kerdil dan rendah.

Masing-masing sesuai dengan yang diangankannya. Ada yang mengangan-kan menjadi raja atau ratu, ada yang ingin keliling dunia, ada yang ingin mendapatkan harta kekayaan melim-pah, atau isteri yang cantik jelita. Tapi itu hanya angan-angan belaka.

Adapun orang yang memiliki cita-cita tinggi dan mulia, maka cita-citanya adalah seputar ilmu, iman dan amal shalih yang mendekatkan dirinya kepada Allah. Dan ini adalah cita-cita terpuji. Adapun angan-angan kosong ia adalah tipu daya belaka. Nabi n memuji orang yang bercita-cita terhadap kebaikan.

3. Bergantung kepada selain Allah
Ini adalah faktor terbesar perusak hati. Tidak ada sesuatu yang lebih berbahaya dari bertawakkal dan bergantung kepada selain Allah.

Jika seseorang bertawakkal kepada selain Allah maka Allah akan menyerahkan urusan orang tersebut kepada sesuatu yang ia bergantung kepadanya. Allah akan menghinakannya dan menjadikan perbuatannya sia-sia. Ia tidak akan mendapatkan sesuatu pun dari Allah, juga tidak dari makhluk yang ia bergantung kepadanya. Allah berfirman, artinya:

"Dan mereka telah mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar sembahan-sembahan itu menjadi pelindung bagi mereka. Sekali-kali tidak, kelak mereka (sembahan-sembahan) itu akan mengingkari penyembahan (pengikut-pengikutnya) terhadapnya, dan mereka (sembahan-sembahan) itu akan menjadi musuh bagi mereka." (Maryam: 81-82)

"Mereka mengambil sembahan-sembahan selain Allah agar mereka mendapat pertolongan. Berhala-berhala itu tidak dapat menolong mereka, padahal berhala-berhala itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga mereka." (Yasin: 74-75)

Maka orang yang paling hina adalah yang bergantung kepada selain Allah. Ia seperti orang yang berteduh dari panas dan hujan di bawah rumah laba-laba. Dan rumah laba-laba adalah rumah yang paling lemah dan rapuh.

Lebih dari itu, secara umum, asal dan pangkal syirik adalah dibangun di atas ketergantungan kepada selain Allah. Orang yang melakukannya adalah orang hina dan nista. Allah berfirman, artinya: "Janganlah kamu adakan tuhan lain selain Allah, agar kamu tidak menjadi tercela dan tidak ditinggalkan (Allah)." (Al-Isra': 22)

Terkadang keadaan sebagian manusia tertindas tapi terpuji, seperti mereka yang dipaksa dengan kebatilan. Sebagian lagi terkadang tercela tapi menang, seperti mereka yang berkuasa secara batil. Sebagian lagi terpuji dan menang, seperti mereka yang berkuasa dan berada dalam kebenaran. Adapun orang yang bergantung kepada selain Allah (musyrik) maka dia mendapatkan keadaan yang paling buruk dari empat keadaan manusia, yakni tidak terpuji dan tidak ada yang menolong.

4. Makanan
Makanan perusak ada dua macam.

Pertama , merusak karena dzat/materinya, dan ia terbagi menjadi dua macam. Yang diharamkan karena hak Allah, seperti bangkai, darah, anjing, binatang buas yang bertaring dan burung yang berkuku tajam. Kedua, yang diharamkan karena hak hamba, seperti barang curian, rampasan dan sesuatu yang diambil tanpa kerelaan pemiliknya, baik karena paksaan, malu atau takut terhina.

Kedua , merusak karena melampaui ukuran dan takarannya. Seperti berlebihan dalam hal yang halal, kekenyangan kelewat batas. Sebab yang demikian itu membuatnya malas mengerjakan ketaatan, sibuk terus-menerus dengan urusan perut untuk memenuhi hawa nafsunya. Jika telah kekenyangan, maka ia merasa berat dan karenanya ia mudah mengikuti komando setan. Setan masuk ke dalam diri manusia melalui aliran darah. Puasa mempersempit aliran darah dan menyumbat jalannya setan. Sedangkan kekenyangan memperluas aliran darah dan membuat setan betah tinggal berlama-lama. Barangsiapa banyak makan dan minum, niscaya akan banyak tidur dan banyak merugi. Dalam sebuah hadits masyhur disebutkan:

"Tidaklah seorang anak Adam memenuhi bejana yang lebih buruk dari memenuhi perutnya (dengan makanan dan minuman). Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap (makanan) yang bisa menegakkan tulang rusuknya. Jika harus dilakukan, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya dan sepertiga lagi untuk nafasnya." (HR. At-Tirmidzi, Ahmad dan Hakim, dishahihkan oleh Al-Albani).

5. Kebanyakan tidur
Banyak tidur mematikan hati, memenatkan badan, menghabiskan waktu dan membuat lupa serta malas. Di antara tidur itu ada yang sangat dibenci, ada yang berbahaya dan sama sekali tidak bermanfaat. Sedangkan tidur yang paling bermanfaat adalah tidur saat sangat dibutuhkan.

Segera tidur pada malam hari lebih baik dari tidur ketika sudah larut malam. Tidur pada tengah hari (tidur siang) lebih baik daripada tidur di pagi atau sore hari. Bahkan tidur pada sore dan pagi hari lebih banyak madharatnya daripada manfaatnya.

Di antara tidur yang dibenci adalah tidur antara shalat Shubuh dengan terbitnya matahari. Sebab ia adalah waktu yang sangat strategis. Karena itu, meskipun para ahli ibadah telah melewatkan sepanjang malamnya untuk ibadah, mereka tidak mau tidur pada waktu tersebut hingga matahari terbit. Sebab waktu itu adalah awal dan pintu siang, saat diturunkan dan dibagi-bagikannya rizki, saat diberikannya barakah. Maka masa itu adalah masa yang strategis dan sangat menentukan masa-masa setelahnya. Karenanya, tidur pada waktu itu hendaknya karena benar-benar sangat terpaksa.

Secara umum, saat tidur yang paling tepat dan bermanfaat adalah pada pertengahan pertama dari malam, serta pada seperenam bagian akhir malam, atau sekitar delapan jam. Dan itulah tidur yang baik menurut pada dokter. Jika lebih atau kurang daripadanya maka akan berpengaruh pada kebiasaan baiknya. Termasuk tidur yang tidak bermanfaat adalah tidur pada awal malam hari, setelah tenggelamnya matahari. Dan ia termasuk tidur yang dibenci Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam .

(Disadur dari Mufsidaatul Qalbi Al-Khamsah, min kalami Ibni Qayyim Al-Jauziyyah/Abu Okasha Ainul Haris)

Ahad, 15 Mei 2011

Wanita Hari Ini


Bagaimana dengan imanmu hari ini? Semoga Allah senantiasa melimpahkan nur iman ke dalam kalbumu.Sesungguhnya Allah telah menciptakanmu dengan sifat-sifat yang sempurna.Tiada cacat celanya.Dikau dikurniakan dengan sifat lemah lembut,kasih sayang,sifat keibuan,sensitif dan sifat malu. Itulah anugerah Allah SWT kepadamu sebenarnya.
    Islam sangat menitikberatkan kaum hawa. Dijaga supaya maruah mu tidak tergadai dan ciri-ciri kewanitaan mu terpelihara.Firman Allah SWT yang brmaksud:

"Wahai Nabi,katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, 'Hendaklah mereka menghulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka'. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, kerana itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang." (Al-Ahzab:59)

"Katakanlah kepada wanita yang beriman : "Hendaklah mereka menahan pendangannya ,dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya ,kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain tudung ke dadanya ,dan jangan lah menampakkan perhiasannya,kecuali kepada suami mereka ,atau ayah merka, atau ayah suami mereka..." (An-Nuur: 31)

    Begitulah Allah telah memfardhukan hijab untuk memelihara kaum wanita dan mengawasi kesucian mereka dari pandangan-pandangan yang tidak sihat, dan jiwa-jiwa yang sakit. Juga bertujuan untuk membezakan mereka dengan perempuan kafir yang suka bertabarruj. "Tabarruj itu apa ye?"....Barang kali itulah yang terdetik di hati kecilmu...

    Tabarruj ialah memperlihatkan kecantikan dan mempamerkan perhiasan diri.Sikap ini biasanya dilihat dari solekan ,hiasan rambut yang menarik ,bau-bauan minyak wangi ,serta perbuatan-perbuatan lain yang tujuannya untuk memikat hati serta menarik perhatian selain dari suami sebagai tabarruj jahiliyyah.

Firman Allah SWT :".....dan janganlah kamu 
berhias dan bertingkahlaku seperti orang-orang jahiliah dahulu..." (Al-Ahzab:33)

    Ingin ku ingatkan kepadamu juga..Sabda Rasulullah SAW: Wanita yang memakai wangi-wangian,kemudian keluar dan melewati suatu kaum(laki-laki ajnabi(asing) agar mereka mencium harum baunya,maka ia adalah perempuan zina. dan tiap-tiap mata yang memandang itu adalah berzina. (HR Ahmad, Tabarani, Baihaqi, dan Al-Hakim)

    Islam menegah tabarruj dan perbuatan menunjuk anggota-anggota yang menimbulkan fitnah.Untuk memelihara kehormatan dan mengawasi kesucian mu. Itulah Sebenarnya harga diri mu ,kehormatan dan kezucian...Begitulah Allah memuliakan kaum mu dengan dengan jaket keselamatan ini.
    Sesungguhnya...muslimah yang berhijab itu...menunjukkan kebanggaan dan izzah (kemuliaan) sebagai pemeluk Deenullah...menunjukkan kesungguhan dan ketaatan sebagai hamba-Nya ..menunjukkkan penjagaan terhadap kehormatan dan kesucian dirinya.
    Tidakkah kamu rasa sayang kepada Islam dan imanmu?

Sanggupkah kamu membiarkan dirimu menjadi bahan tontonan lelaki yang tidak beriman? Peliharalah dirimu dengan sebaik-baiknya supaya tidak disentuh api neraka.
"Hai orang-orang yang beriman masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan jangan lah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu." (Al-Baqarah: 208) 

Sayangilah dirimu sebagaimana Allah menyayangi dirimu
*berhijab:Menutup aurat dari pandangan yang haram mengikut syariat.

NILAI TUDUNG WANITA

Nilai tudung wanita....
Di sini ana ingin menyentuh tentang pemakaian tudung kaum wanita masa kini sebagai renungan bagi wanita Islam. Bila wanita menjaga auratnya dari pandangan lelaki bukan mahram, bukan sahaja dia menjaga maruah dirinya, malah maruah wanita mukmin keseluruhannya. Harga diri wanita terlalu mahal. Ini kerana syariat telah menetapkan supaya wanita berpakaian longgar dengan warna yang tidak menarik serta menutup seluruh badannya dari kepala hingga ke kaki.


Kalau dibuat perbandingan dari segi harta dunia seperti intan dan berlian, ianya dibungkus dengan rapi dan disimpan pula di dalam peti besi yang berkunci. Begitu juga diumpamakan dengan wanita, Kerana wanita yang bermaruah tidak akan mempamerkan tubuh badan di khalayak umum. Mereka masih boleh tampil di hadapan masyarakat bersesuaian dengan garisan syarak. Wanita tidak sepatutnya mengorbankan maruah dan dirinya semata-mata untuk mengejar pangkat, darjat, nama, harta dan kemewahan dunia.


Menyentuh berkenaan pakaian wanita, alhamdulillah sekarang telah ramai wanita yang menjaga auratnya, sekurang-kurangnya dengan memakai tudung. Dapat kita saksikan di sana sini wanita mula memakai tudung. Pemakaian tudung penutup aurat sudah melanda dari peringkat bawahan hingga kepada peringkat atasan. Samada dari golongan pelajar-pelajar sekolah hinggalah kepada pekerja-pekerja pejabat-pejabat.


Walaupun pelbagai gaya tudung diperaga dan dipakai, namun pemakaiannya masih tidak lengkap dan sempurna. Masih lagi menampakkan batang leher, dada dan sebagainya. Ada yang memakai tudung, tetapi pada masa yang sama memakai kain belah bawah atau berseluar ketat dan sebagainya. Pelbagai warna dan pelbagai fesyen tudung turut direka untuk wanita-wanita Islam kini.


Ada rekaan tudung yang dipakai dengan songkok di dalamnya, dihias pula dengan kerongsang (broach) yang menarik. Labuci warna-warni dijahit pula di atasnya. Dan berbagai-bagai gaya lagi yang dipaparkan dalam majalah dan suratkhabar fesyen untuk tudung. Rekaan itu kesemuanya bukan bertujuan untuk mengelakkan fitnah, sebaliknya menambahkan fitnah ke atas wanita.


Walhal sepatutnya pakaian bagi seorang wanita mukmin itu adalah bukan sahaja menutup auratnya, malah sekaligus menutup maruahnya sebagai seorang wanita. Iaitu pakaian dan tudung yang tidak menampakkan bentuk tubuh badan wanita, dan tidak berhias-hias yang mana akan menjadikan daya tarikan kepada lelaki bukan muhramnya. Sekaligus pakaian boleh melindungi wanita dari menjadi bahan gangguan lelaki yang tidak bertanggungjawab.


Bilamana wanita bertudung tetapi masih berhias-hias, maka terjadilah pakaian wanita Islam sekarang walaupun bertudung, tetapi semakin membesarkan riak dan bangga dalam diri. Sombong makin bertambah. Jalan mendabik dada. Terasa tudung kitalah yang paling cantik, up-to-date, sofistikated, bergaya, ada kelas dan sebagainya. Bertudung, tapi masih ingin bergaya.


Kesimpulannya, tudung yang kita pakai tidak membuahkan rasa kehambaan. Kita tidak merasakan diri ini hina, banyak berdosa dengan Tuhan mahupun dengan manusia. Kita tidak terasa bahawa menegakkan syariat dengan bertudung ini hanya satu amalan yang kecil yang mampu kita laksanakan. Kenapa hati mesti berbunga dan berbangga bila boleh memakai tudung?


Ada orang bertudung tetapi lalai atau tidak bersembahyang. Ada orang yang bertudung tapi masih lagi berkepit dan keluar dengan teman lelaki . Ada orang bertudung yang masih terlibat dengan pergaulan bebas. Ada orang bertudung yang masih menyentuh tangan-tangan lelaki yang bukan muhramnya. Dan bermacam-macam lagi maksiat yang dibuat oleh orang-orang bertudung termasuk kes-kes besar seperti zina, khalwat dan sebagainya.


Jadi, nilai tudung sudah dicemari oleh orang-orang yang sebegini. Orang Islam lain yang ingin ikut jejak orang-orang bertudung pun tersekat melihat sikap orang-orang yang mencemari hukum Islam. Mereka rasakan bertudung atau menutup aurat sama sahaja dengan tidak bertudung. Lebih baik tidak bertudung. Mereka rasa lebih bebas lagi.


Orang-orang bukan Islam pula tawar hati untuk masuk Islam kerana sikap umat Islam yang tidak menjaga kemuliaan hukum-hakam Islam. Walaupun bertudung, perangai mereka sama sahaja dengan orang-orang bukan Islam. mereka tidak nampak perbezaan agama Islam dengan agama mereka.


Lihatlah betapa besarnya peranan tudung untuk dakwah orang lain. Selama ini kita tidak sedar diri kitalah agen bagi Islam. Kita sebenarnya pendakwah Islam. Dakwah kita bukan seperti pendakwah lain tapi hanya melalui pakaian.


Kalau kita menutup aurat, tetapi tidak terus memperbaiki diri zahir dan batin dari masa ke semasa, kitalah punca gagalnya mesej Islam untuk disampaikan. Jangan lihat orang lain. Islam itu bermula dari diri kita sendiri.


Ini tidak bermakna kalau akhlak belum boleh jadi baik tidak boleh pakai tudung. Aurat, wajib ditutup tapi dalam masa yang sama, perbaikilah kesilapan diri dari masa ke semasa. Tudung di luar tudung di dalam (hati). Buang perangai suka mengumpat, berdengki, berbangga, ego, riak dan lain-lain penyakit hati.


Walau apapun, kewajipan bertudung tidak terlepas dari tanggungjawab setiap wanita Muslim. Samada baik atau tidak akhlak mereka, itu adalah antara mereka dengan Allah. Amat tidak wajar jika kita mengatakan si polanah itu walaupun bertudung, namun tetap berbuat kemungkaran. Berbuat kemungkaran adalah satu dosa, manakala tidak menutup aurat dengan menutup aurat adalah satu dosa lain.


Kalau sudah mula menutup aurat, elak-elaklah diri dari suka bertengkar. Hiasi diri dengan sifat tolak ansur. Sentiasa bermanis muka. Elakkan pergaulan bebas lelaki perempuan. Jangan lagi berjalan ke hulu ke hilir dengan teman lelaki. Serahkan pada Allah tentang jodoh. Memang Allah sudah tetapkan jodoh masing-masing. Yakinlah pada ketentuan qada' dan qadar dari Allah.


Apabila sudah menutup aurat, cuba kita tingkatkan amalan lain. Cuba jangan tinggal sembahyang lagi terutama dalam waktu bekerja. Cuba didik diri menjadi orang yang lemah-lembut. Buang sifat kasar dan sifat suka bercakap dengan suara meninggi. Buang sikap suka mengumpat, suka mengeji dan mengata hal orang lain. jaga tertib sebagai seorang wanita. Jaga diri dan maruah sebagai wanita Islam. Barulah nampak Islam itu indah dan cantik kerana indah dan cantiknya akhlak yang menghiasi peribadi wanita muslimah.


Barulah orang terpikat untuk mengamalkan Islam. Dengan ini, orang bukan Islam akan mula hormat dan mengakui "Islam is really beautiful." Semuanya bila individu Islam itu sudah cantik peribadinya. Oleh itu wahai wanita-wanita Islam sekalian, anda mesti mengorak langkah sekarang sebagai agen pengembang agama melalui pakaian.


-ARTIKEL DR SEORANG TEMAN-
-ISLAM IS THE WAY OF LIFE

Isnin, 9 Mei 2011

CINTA ALLAH

ASSALAMUALAIKUM(^_^)


actually ana tengah mengantuk...huhu...teruk tol,,,tgh study tadi...sambil2 dgr lagu sbg kekuatan=)
InsyaAllah, mudah2an ana igt apa yg baca....amin...


Semalam tidoq awal gak...Alhamd, bgun pun boleh tahan awal....Jgn tidor lebih sdah kan?(^_^)
Fikiran tengah serabut. mencari kekuatan melalui ayat2 Allah...


Mudah2an kita semua dilindungkan Allah dari cinta lelaki krn ana yakin, masa itu belum tiba, dan bak kata2 murabiyah ana, berikan cinta kpd yg berhak dan pelihara dirimu sebaiknya(lebih kurang...he)


Moga Allah teguhkan hati dan beri ketetapan pada hati ini,biarpun diuji keadaan sedemikian...Ana doakan mana2 lelaki dan perempuan termasuk, memahami cara hidup Islam yg sebenar especially mengenai IKHTILAT LELAKI DAN PEREMPUAN..ana harap ana dpt teguhkan juga ikhtilat dengan lelaki....Perbaiki diri dan amal=)



                  I LUV ALLAH


teringat ana akn satu mesej sahabat ana,


         "PEREMPUAN YG SUCI 
ADALAH PEREMPUAN YG DIJAGA OLEH ALLAH,
TIDAK SEDIKIT PUN ALLAH MEMBENARKAN MANA2 LELAKI MYENTUH DIRINYA,
WALAUPUN HATINYA,
KERANA ALLAH TERAMAT MENCINTAINYA...

TETAPI ANDAI KITA BERGELUMANG DGN
CINTA LELAKI,
DI MANA ALLAH UTK MENJAGA KITA?
ALLAH SEPERTI MELEPASKAN KITA KPD SEORANG MANUSIAYANG LEBIH BANYAK MENGECEWAKAN KITA,
JIKA ALLAH DTGKAN KESEDARAN DLM DIRI
SUPAYA MENINGGALKANCINTA SEORANG LELAKI
BERMAKNA ALLAH MAHU AMBIL KITA
KEMBALI UNTUK DIJAGA-NYA,
"MENGAPA MASIH RAGU2?"
"KEKUATAN USAH DITUNGGU TAPI HARUS DICARI"

hargailah kesempatan yg Allah berikan,
"Sebesar2 dosa adalah dosa yg dilakukan ketika kita rasa berdosa melakukannya"-Imam Ghazali-


<tidak kau rasai indahnya cinta,
                                          andai tiada cinta buat YANG ESA>



binnabil huda UNIQUE.wmv


antara lagu penenang jiwa(^_^)

langkah tercipta by unic.wmv




Allah tambah nikmat jika bersyukur

  SEDAR atau tidak, hidup manusia di alam fana ini tidak akan terlepas daripada menerima nikmat dan rahmat Allah.  Nikmat yang dikurniakan Allah kepada manusia adalah tidak terhitung banyaknya. Jumlahnya tidak dapat disukat dan ditimbang. Ini jelas dinyatakan Allah dalam firman-Nya bermaksud:-
  "Dan sekiranya kamu menghitung nikmat Allah, nescaya tidak dapat menghitungnya. Sesungguhnya Tuhan itu Maha Pengampun dan Maha Penyayang." - (Surah an-Nahl, ayat 18) 

Meneliti kejadian dan kurniaan anggota badan utama pada tubuh manusia seperti kaki, tangan, perut, mulut, telinga, hidung dan mata, sudah cukup bagi kita membuat kesimpulan betapa berkuasa, agung dan murahnya Allah serta betapa lemah dan tidak berdayanya manusia yang menghuni alam yang fana ini.  Anggota badan itu pula dijadikan Allah dengan rapi dan lengkap serta dapat bergerak dan berfungsi serentak pada waktu sama. Sambil melihat, kita dapat bercakap, mendengar, menghidu, berjalan dan sebagainya.  Imam Al Ghazali mendefinasikan nikmat itu sebagai: setiap kebaikan, kelazatan dan kebahagiaan serta setiap kebahagiaan hidup 'ukhrawi' - hari akhirat yang kekal abadi.'  Secara umumnya, nikmat kurniaan Allah kepada setiap orang manusia dapat dibahagikan kepada dua iaitu:
  l Nikmat bersifat 'fitri' atau asasi iaitu nikmat yang dibawa oleh manusia ketika dilahirkan lagi. 
2.Nikmat mendatang iaitu nikmat yang diterima dan dirasakan sewaktu-waktu.  

Nikmat bersifat fitri atau asasi itu digambarkan oleh Allah dalam firman-Nya bermaksud:
 "Dan Tuhan melahirkan kamu dari perut ibumu tanpa mengetahui apa-apa pun. Dan (kemudian) diberinya kamu pendengaran, penglihatan dan hati supaya kamu bersyukur - berterima kasih." - (Surah an-Nahl, ayat 78) 

Sesungguhnya manusia ini dilahirkan ke dunia dalam keadaan bertelanjang bulat. Tetapi dilengkapi dengan alat yang diperlukan dalam perjuangan hidup ini.  Dalam ayat di atas, yang dimaksudkan dengan kelengkapan itu ialah telinga, mata dan hati (akal). 

Ada pun nikmat yang kedua iaitu nikmat yang dianggap mendatang itu ialah segala kenikmatan, kelazatan, kebahagiaan dan sebagainya yang diterima oleh manusia dalam perjalanan hidupnya.  Segala sesuatu yang ada dalam alam ini, bermula daripada tanam tanaman sampailah kepada binatang ternakan dan barang logam, semuanya diperuntukkan supaya dapat dimanfaatkan oleh manusia.  Keadaan dan kenyataan ini dijelaskan oleh Allah dengan firman-Nya yang bermaksud:
  "Dan sebagai tanda untuk mereka ialah bumi yang mati (kering), Kami hidupkan dan Kami keluarkan dari dalamnya buah tanam-tanaman sebahagiannya mereka makan. Dan Kami adakan padanya kebun kurma dan anggur.  "Dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air supaya mereka dapat makan buahnya. Semua itu bukanlah (hanya) usaha tangan mereka. Mengapa mereka tidak bersyukur." - (Surah Yasin, ayat 31 hingga 35) 

Lumrahnya, seseorang manusia itu hanya akan menyedari nikmat yang dikurniakan Allah kepadanya apabila nikmat itu hilang atau terlepas daripadanya (dicabut oleh Tuhan kembali).  Andai kata matanya rosak sebelah, kakinya patah, kakinya kudung atau seumpama itu berlaku ke atas dirinya, maka ketika itu barulah berasa sungguh-sungguh bagaimana nikmatnya mempunyai dua biji mata, mempunyai kaki dan tangan tidak cacat.  Sesungguhnya nikmat kesihatan betul-betul dirasai apabila kita sakit.  Seorang yang berkuasa atau berpangkat akan berasa nikmat memegang kuasa dan pangkat selepas jatuh atau dipecat daripada kekuasaan serta jawatan yang disandangnya hilang.  Seorang hartawan apabila jatuh miskin dan melarat, maka akan terasalah olehnya bagaimana besarnya nikmat kekayaan yang pernah dikecapinya itu.  Oleh itu peliharalah setiap nikmat diperolehi. Bersyukur dan berterima kasihlah kepada Allah Yang Maha Kuasa supaya nikmat itu akan terus dikekalkan-Nya.  Syukur dapat diertikan sebagai: Mengerti bahawa semua nikmat yang ada pada diri seseorang hamba, baik yang lahir mahu pun yang batin, semuanya daripada Allah sebagai pemberian daripada-Nya.  Tanda seseorang itu bersyukur ialah apabila gembira wujudnya nikmat pada dirinya, yang melorongkan jalan untuk beramal ibadat dan mendekatkan diri kepada-Nya.  Orang yang bersyukur kepada Allah akan memperbanyakkan ucapan syukur dan terima kasih kepada-Nya. Mereka akan mengerjakan ketaatan kepada Allah dan akan membesarkan nikmat sekalipun nikmat itu kecil saja.  Sesungguhnya bersyukur kepada Allah adalah perbuatan wajib ke atas setiap manusia. Ini jelas daripada firman-Nya bermaksud:- 
"Syukurlah terhadap nikmat Allah jika kamu sungguh-sungguh menyembah kepada Nya." - (Surah an-Nahl, ayat 144) 
Lawan syukur ialah kufur. Seseorang yang menggunakan nikmat ini pada tempat bertentangan dengan tujuan penciptaannya, maka sebenarnya mengkufuri nikmat Allah yang menganugerahkan nikmat itu kepadanya.  Seseorang yang memukul orang lain dengan tangannya, maka orang itu dikira mengkufuri nikmat, sebab tangan yang dijadikan Allah untuk mempertahankan diri daripada perkara yang mengancamnya bukan mencedera atau membinasakan orang lain.  Seseorang itu dianggap tidak menggunakan nikmat matanya kerana mengkufuri nikmat mata apabila menggunakannya untuk melihat wajah perempuan yang bukan muhrimnya.  Mata dijadikan Allah untuk melihat perkara mendatangkan kebaikan bagi agama dan dunia.  Sebab itu mata hendaklah dipelihara daripada melihat perkara yang mendatangkan bahaya dan mudarat.  Sikap syukur pula untuk keuntungan manusia sendiri. Tuhan tidak mendapat apa-apa keuntungan dengan perbuatan syukur yang dilakukan oleh hamba-Nya. Sebaliknya, Tuhan juga tidak akan rugi dengan sikap kufur dan engkar yang ditunjukkan oleh manusia.  Perkara ini dijelaskan oleh Allah melalui firman-Nya yang bermaksud: 
"Barang siapa yang bersyukur maka hal itu untuk (kebaikan) dirinya sendiri. Dan barang siapa yang engkar maka sesungguhnya Tuhan itu Maha Kaya dan Maha Mulia." - (Surah al-Naml, ayat 40) 
Orang yang bersyukur jiwanya akan menjadi semakin bersih. Dia akan bertambah dekat kepada Tuhan dan semakin sedar bahawa nikmat itu adalah kurniaan Illahi yang perlu dipergunakan untuk kebaikan sesama manusia.  Seseorang yang memperolehi kekayaan, maka kekayaan itu hendaklah digunakan pula untuk keperluan kebaikan seperti membantu fakir miskin, menolong orang yang memerlukan dan sebagainya.  Orang berpangkat dan berkuasa hendaklah melakukan kebaikan terhadap orang di bawah atau rakyat jelata.  Sesungguhnya bagi orang bersyukur maka nikmat yang diperolehinya semakin bertambah. Ini jelas dinyatakan Allah dengan firman-Nya yang bermaksud:
 "Jika kamu bersyukur maka Aku (Tuhan) akan menambah (nikmat) itu kepada kamu. Dan jika kamu engkar maka sesungguhnya seksa Aku amat pedih." - (Surah Ibrahim, ayat 7)

  Sedar akan pentingnya sikap ini, maka syukurilah nikmat kurniaan Allah kepada kita baik nikmat lahir atau batin.  Mudah-mudahan dengan berbuat demikian, maka nikmat itu akan kekal berterusan bersama kita dan hidup kita pula akan mendapat keredaan Allah baik di dunia atau akhirat.

Selasa, 3 Mei 2011

PERJUANGAN INI TAKKAN PERNAH BHENTI....

Sering aku titipkan pada Allah dlm doaku,
Agar Allah menguatkan aku di jalan ini,
Walau kadang2 merasakan,
Ya Allah x layaknya aku,
Tapi yang aku inginkan zaman islam kenbali gemilang,
Mengharapkan aku dan sahabat2 berada di landasan redha-Nya,
Betapa khilaf diri ini,
Bila mulut menyebut dan menasihati sahabt2,
Namun, kelalaian sering meniti hidupku,
pesan murabbiyah dan akhwat terpahat di dadaku,
Kita memberi peringatan atas dasar mengajak org kpd Allah,
dan ingatkan diri kita sendiri....

Betol jgak...
Yg penting luruskan niat berbuat krn Allah,
Moga diri seteguh Rabiatul Adawiyah,
Walau diri xkan terdaya sehebat dia,
Yang benar2 hanyut dlm cinta 'Rabb'nya,
Subahanallah,
Moga aku mendapat cinta sebegitu,
yg baginya, tiada cinta selayaknya setelah menemui cinta-Nya,
Namun layaklah baginya, kerana dia adalah Wali Allah..

Moga dalam hidup ini,
Aku merasakan kehadiran-Nya sntiasa,
Kerana kelalaian sentiasa mengetuk diriku,
dengan alat2 yg dicipta manusia yg melalaikan kudrp mengingati-Nya,
kadang2 TV,lagu2 nasyid sendri melalaikanku,
Pabila itu yg menjadi prioritiku,
Berbanding membaca quran dan mghafal surah.
Astaghfirullahala'zim..
Ya Allah, temukan aku dengan cinta-Mu,
teguhkan imanku,,
Ya Rabb,
Matikan aku dan sahabat2ku dalm husnul khatimah,
Kuharap jua aku dpt berkumpul dgn Rasul-Mu,keluargaku,dan....
di Syuga nanti....
Yg pling pntg, harapanku dpt memandang-Mu,
yg telah menciptakanku,
drp ketiadaan kpd ada...
amin....InsyaAllah.....

Alhamdulillah