Pages

Rabu, 21 September 2011

Teruskan melangkah...

Bismillahirahmanirrahim...

. Di keheningan malam,
 tafakur di kesyahduan, 
merindui janjimu Tuhan,
 bantuan di perjuangan, 
kutitiskan air mata taubat segala dosa, 
moga terangkat penghijab kalbu, 
antara Kau dan aku..

Muhasabah 1

Bersyukurlah atas setiap kenikmatan yang Allah berikan, kelemahanmu, kekuatanmu, semua ada hikmahnya. Mana mungkin manusia 100% sempurna, namun Allah cukup bijak untuk mangatur setiap urusan hamba-Nya untuk menjadi orang yang bertawakal, sabar, bersungguh-sungguh, dan semua sikap positif.

Yakinlah, setiap apa yang ditetapkan ada HIKMAHnya.. Sesungguhnya, Dia Maha Mengetahui segala isi hatimu, sakit hatimu, sedih di hatimu tanpa  perlu Kau khabarkan terlebih dahulu. Namun, Dia senantiasa menantikanmu dan menantikanmu untuk kau luahkan segala isi hatimu. Ana sering mengingatkan diri, tell your problems to Allah before you tell others.InsyaAllah, kita akan damai...Maafkanku jika melupakan kata2 ini, ya Allah.

"Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah kerana perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak(dari kesalahan3mu).                        (Asy-Syura:30)

Subhanallah

___________________________________________________________
Muhasabah 2


         Adakah kita lebih percayakan makhluk berbanding Dia???Kerdilnya diri ini dihadapanmu, ya Allah..teringat kata seniorku, "berapa percent tawakalmu kpd Allah?? Adakah lebih mengharapkan ibu bapamu, ptptn, JPA atau lain-lain???Mengharap kepada mereka untuk memberikanmu duit(rezeki) walhal Allah sebenarnya adalah Pemberi Rezeki tersebut , di mana mereka adalah medium sebagai perantara sahaja??"

" Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasi(bagi siapa yang Dia kehendaki). Mereka bergembira dengan kehidupan dunia, padahal kehidupan dunia hanyalah kesenangan(yang sedikit) dibanding kehidupan akhirat"                       (Ar-Ra'd:26)


Sedarlah...




















p/s:moga hari yang dilalui mendapat redha-Nya..
     Bersyukurlah dengan segala nikmat Allah dan gunakanlah ke arah kebaikan..


-mencari cinta-Nya-

Khamis, 15 September 2011

MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLAH




Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan. (Al Maidah 35)



Dalam surat Al Maidah ayat 35 di atas Allah memerintahkan kepada orang yang beriman agarbertakwa pada-Nya dan mencari jalan untuk mendekatkan diri pada-Nya. Menjadi kekasih Allah dan mendapat tempat yang mulia dan terhormat disisi-Nya adalah cita cita setiap orang yang ber-Iman. Betapa tidak… setiap orang didunia ini selalu berlomba lomba untuk merebut simpati dan tempat terhormat disisi pemimpin tertingginya masing masing, apakah itu bapak Direktur, Manager, Kepala divisi, Gubernur, Menteri, Presiden dan lain sebagainya. Mereka berlomba-lomba merebut simpati dan kedudukan dekat pimpinannya masing masing dengan harapan akan mendapat berbagai fasilitas dan kehormatan dari pimpinannya tersebut.
Jika kebanyakan manusia berebut dan berlomba-lomba untuk mendapatkan simpati dan tempat yang mulia disisi pemimpinnya masing masing, maka orang yang ber-Iman berlomba-lomba untuk merebut simpati dan tempat yang mulia disisi Allah penguasa tertinggi dialam semesta ini. Allah telah menetapkan prosedur dan cara tertentu untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Kegiatan sholat, dzikir, mengerjakan amal sholeh, menjauhi larangan-Nya, mencegah diri dan orang lain dari perbuatan maksiat adalah cara yang diridhoi Allah untuk mendapat posisi terhormat disisi-Nya. Orang yang telah mendapat pengakuan dari Allah dan mendapat tempat terhormat disisi-Nya akan mendapat fasilitas dan berbagai kemudahan dari Allah dalam segala hal.
Manusia tidak akan bisa mendekatkan diri pada Allah dengan jasadnya, karena jasad manusia sangat lemah dan akan hancur binasa dimakan zaman (usia). Manusia hanya bisa mendekatkan diri pada Allah dengan Ruhnya, karena Ruh bersifat abadi, kekal tidak akan musnah dan hancur dimakan zaman (usia). Bagi orang yang ingin mendekatkan diri pada Allah, harus betul betul memperhatikan perawatan Ruhnya. Hanya Ruh yang suci dan bersih yang dapat berjumpa dan bertemu dengan Allah didunia maupun diakhirat. Orang yang yakin akan bertemu dengan Allah, maka ia akan menemui-Nya, perhatikan firman Allah dalam surat al Ankabut ayat 5:
Barang siapa yang mengharap pertemuan dengan Allah,
maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu, pasti datang. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Al-Ankabut 5)

Pertemuan dengan Allah

Apa mungkin kita bertemu Allah ketika masih hidup didunia ini ? Kita memang tidak mungkin bertemu Allah didunia ini secara fisik, karena jasad kita memiliki kemampuan yang sangat terbatas. Jasad yang lemah bergelimang dosa tidak mungkin bertemu dengan Allah, ia akan hancur binasa berhadapan denga Nur Ilahi.
Nabi Musa pernah memohon untuk bertemu Allah secara fisik, namun jasadnya tidak mampu menyaksikan kedahsyatan dan keagungan Allah hingga ia jatuh pinsan hal tersebut dikisahkan dalam Al Qur’an surat Al A’raaf 143 :

Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: “Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau”. Tuhan berfirman: “Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku”. Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: “Maha Suci Engkau, aku bertobat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman”. (Al A’raaf 143)

Umat Nabi Musa yaitu Kaum Bani Isra’il juga pernah meminta hal yang sama untuk menyaksikan kedahsyatan Allah secara fisik, mereka semua tewas disambar petir yang muncul dari kedahsyatan Allah yang perkasa, hal tersebut juga dikisahkan dalam al Qur’an surat Al Baqarah ayat 55-56 :

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: “Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang”, karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya. Setelah itu Kami bangkitkan kamu sesudah kamu mati, supaya kamu bersyukur. ( Al Baqarah 55-56)

Dengan kemampuan jasad kita yang sangat terbatas ini kita tidak mungkin dapat bertemu dan memandang Allah dengan mata fisik kita selama hidup didunia ini, padahal Allah sangat dekat dengan kita. Ia lebih dekat dari urat leher kita sendiri, ia berada bersama kita dimanapun kita berada. Namun jangan pernah berharap dapat melihat Dia dengan mata jasmani ini. Kita tidak akan pernah mampu melihat-Nya dengan mata fisik sebagaimana disebutkan Allah dalam firmannya pada surat Al An Aam 103
Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui. (Al An Aam 103)
Hanya Ruh kita yang mampu melihat dan berkomunikasi dengan-Nya secara nyata didunia maupun diakhirat. Karena Ruh adalah mahluk energy yang kekal, abadi, tidak akan pernah hancur dan musnah. Allah menyiapkannya untuk mampu hidup dialam Ruh, alam Dunia, alam Barzakh, padang Mahsyar serta alam Syurga atau Neraka kelak.
Manusia terdiri atas unsur Ruh yang abadi dan jasad yang tidak abadi (kekal). Ketika jasad telah mati hancur dan binasa Ruh tetap hidup dialam Barzakh. Sebagaimana disebutkan Allah dalam surat Al Baqarah ayat 154:
Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu h idup, tetapi kamu tidak menyadarinya.(Al Baqarah 154)

Namun sayang kebanyakan manusia selama hidup didunia kurang memperhatikan perawatan dan kebutuhan Ruhnya yang akan hidup kekal abadi selamanya didunia dan akhirat. Mereka lebih banyak memperhatikan kebutuhan dan perawatan jasmaninya yang bersifat sementara dan hanya digunakan didunia ini saja, padahal jasmani tersebut sudah tidak berguna lagi setelah datangnya kematian.
Ruh yang sehat, selalu berdzikir mengingat Allah, dapat berkomunikasi dan memandang wajah Allah dengan segala keagungan dan kedahsyatan-Nya selama hidup didunia maupun akhirat. Ruh yang lemah, penyakitan, begelimang dosa dan kemaksiatan, tidak pernah berzikir mengingat Allah, tidak akan mampu berkomunikasi dan memandang kedahsyatan Allah selama hidup didunia dan akhirat. Ruh yang lemah bergelimang dosa dan kemaksiatan adalah tawanan syetan, hatinya tertutup dari berkomunikasi dan memandang kebesaran Allah oleh siasat dan tipu daya syetan yang sangat licik.

Bebaskan diri dari ikatan dunia
Barang siapa yang ingin memandang wajah Allah, mampu berkomunikasi dan selalu berada didekat-Nya selama hidup didunia dan akhirat, laksanakanlah semua perintah-Nya dan jauhi semua larangan-Nya. Laksanakan apa yang telah diikrarkan dalam sholat yaitu ayat 5 surat Al-Fatihah ” Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin”. Sadari bahwa anda adalah mahluk Ruh yang hidup kekal dan abadi, bebaskan diri anda dari keterikatan dengan kehidupan dunia yang tidak kekal, bersifat sementara dan akan lenyap dimakan zaman (usia). Sadari bahwa kehidupan dunia ini hanya bagian kecil dari perjalanan hidup anda yang panjang dan tidak ada batas akhirnya (unlimited). Dunia adalah tempat menyiapkan perbekalan untuk kehidupan abadi yang tidak pernah berakhir. Jangan anda tertipu oleh bujuk rayu syetan, hingga anda hanya fokus pada kehidupan dunia, tidak peduli dengan Ruh anda yang membutuhkan perawatan dan persiapan bekal untuk menempuh perjalan panjang didunia maupun akhirat.

Kita sudah merasakan betapa rumit dan beratnya perjalanan hidup didunia. Dunia adalah tempat mendewasakan Ruh, dunia adalah tempat menggembleng Ruh untuk menjadi mahluk yang tangguh, kuat dan siap untuk menghadapi berbagai kesulitan dalam perjalanan hidup yang masih panjang. Ruh yang mampu berkomunikasi dan selalu merasakan kedekatan dengan Allah, memiliki kemampuan dan ketangguhan yang prima dalam menghadapi berbagai kesulitan yang dihadapi selama hidup didunia, dialam Barzakh, padang Mahsyar dan lembah Neraka kelak.

Bagaimanapun usaha setiap orang untuk mendapatkan posisi terhormat disisi Allah tidak bisa dicapai dengan mudah begitu saja, butuh perjuangan yang ulet dan gigih. Allah akan menguji setiap orang yang berusaha mendekatkan diri pada-Nya dengan kejadian baik dan buruk. Godaan kesenangan hidup dunia dan tipu daya syetan yang licik selalu berusaha memisahkan seseorang dengan Allah secara kontinu dan terus menerus, sepanjang tarikan napasnya. Selama itu pula manusia harus melawan godaan dunia dan bisikan syetan itu.

Barang siapa yang ingin merasakan kedekatan dengan Allah, harus mampu membebaskan diri dari keterikatan dengan keinginan dunia yang berlebih lebihan. Dunia hanya bagian kecil dari perjalan hidup anda, namun sangat berpengaruh bagi kehidupan anda yang kekal abadi dan tidak pernah berakhir. Jika anda terpuruk dalam perbuatan maksiat, dosa dan durhaka pada Allah selama hidup didunia, maka tamatlah karir anda untuk menempuh perjalan hidup selanjutnya dialam akhirat yang abadi. Dengan menyadari posisi anda sebagai mahluk Ruh yang hidup kekal dan abadi, anda akan mampu menghadapi godaan dunia dengan arif. Orang yang tidak menyadari dirinya sebagai mahluk Ruh yang kekal dan abadi, dan beranggapan bahwa hidup hanyalah kehidupan didunia ini saja dan semuanya akan berakhir dengan datangnya kematian, tidak akan mampu menghadapi godaan duniawi. Hidupnya hanya tertuju pada kepentingan dunia, ia tidak peduli dengan kehidupan akhirat, orang seperti ini tidak akan mampu berkomunikasi dengan Allah, dan tidak akan mungkin mendapat tempat terhormat disisi Allah yang Maha Agung.

Mencari jalan untuk mendekatkan diri pada Allah
Dalam surat Al Maidah ayat 35 diatas Allah mengingatkan agar kita masing-masing selalu bertakwa dan mencari jalan untuk mendekatkan diri pada-Nya. Berwasilah bukan berarti mencari jalan untuk mendekatkan diri pada Allah dengan perantaraan keramat, arwah leluhur, para kyai, ulama atau perantara lainnya. Dekatkanlah diri pada Allah dengan mengerjakan ibadah dan amal saleh yang diridhoi Allah. Beberapa usaha yang dapat mendekatkan diri pada Allah antara lain:

·         Sholat sunah disamping sholat wajib, siang maupun malam hari
·         Rutin membaca dan mentadabburi Al-Qur’an
·         Dzikir dan tasbih mengagungkan nama Allah diwaktu pagi, sore ataupun malam hari
·         Berbuat baik kepada semua mahluk Allah
·         Selalu bersyukur dengan pemberian Allah
·         Berpuasa sunah diluar puasa Ramadhan
·         Berusaha membebaskan diri dari kecintaan pada kehidupan dunia
·         Sabar dan ridho atas berbagai musibah dan cobaan yang datang menghampiri
·         Menjauhkan diri dari sifat tercela seperti sombong, ria, ujub, iri, dengki, dendam dll
·         Menjauhkan diri dari perbuatan yang dilarang Allah seperti zina, judi, mabuk, khianat dll


Insya Allah jika semua hal diatas dikerjakan semata mata karena mengharap ridho dan kedekatan dengan-Nya, Allah akan menempatkan anda pada posisi “Al-Muqarrobun” yaitu orang yang dekat dan mendapat posisi mulia disisi Allah…… Amiiin…


Isnin, 12 September 2011

Perkongsian untuk Dirasa

Bismillah,


Alhamdulillah, selawat dan salam ke ats junjungan nabi Muhammad s.a.w, para sahabt sahabiah, dan muslimin muslimat yg masih bersungguh2 dalam menegakkan kalimah La Ilahaillah Muhammadurrasulullah..


         Kehidupan kampus baru bermula, dan dengan harapan sem ini dilalui dengan lebih ikhlas dan bersemangat untuk mencari cinta-Nya, redha-Nya, rahmat-nya dan Keampunan-Nya. Alhamdulillah, lecturers sem ini nmpk best and harapnya study pun lebih mantop and avoid study last minutes(pesanan utk diri sendiri)..


        Petang kelmarin ana pulang ke rumah jumpa mak ayah(alhamdulillah umah dekat)..Cian kat mak x sihat,huhu,bergenang air mataku..Yelah, dulu umah hingaq(bising) dgn suara adik-beradik skang tinggal sorang ja..Mak kata,"Adik balik ni ada gak orang nak sembang"..huhu..sedih, terharu semua ada..Yang pastinya mak kata juga, Pulun betol2 sem ni,sebab result sem lepas agak jatuh walo ats 3.0..Moga aku belajar ilmu kerana Allah, kerana nak menaikkan martabat Islam dan bukan sebab Exam..Terima kasih mak ayah jugak sebab support 'cik' banyak..duit makan, yuran sume....Akan kubuktikan cinta ini..InsyaAllah, so, 'pekin' duit ye sem nie.Jangan boros!!!


      Alhamdulillah jugak ri tu, jadik Fasi untuk intake UUM dengan beberapa akhwat yang lain..walo mula2 rasa macam x da kawan sbb org lain ajak geng yg kos sama join fasi, tapi alhamdulillah kwn2 sume ok n care each other.Nice to meet Sha, Shatirah, Siti and Aina from DPP Muamalat(asrama utk sume pompuan)..Thanx to Ramizah(kwn sek rendh,jumpa balik kt UUM)..Tapi yg paling mencabar sbb nak jaga waktu solat, solat dhuha and tilawah quran, memang jatuh jugak iman time nie, alhamdulillah 4 hari ja depa orientasi + 2 hari kursus b4 depa datang..Papun, moga lepas nie mantop balik!!!


    Actually, sedih jugak sbb roomate dah bertukar bilik,dapat roomate Junior baru..alhamdulillah buat buat kwn..Tapi x palah, Allah know the best, so, dont' be sad and keep up to find the strength...InsyaAllah..


   Moga sahabat kalian juga BERTAMBAH KEIMANAN DAN TAQWA walo di mana berada..
Carilah cinta-Nya, kerana Engkau tidak akan pernah menyesal stelah mengenali-Nya..luv u Allah..












mencari cinta-Nya
    

Jumaat, 2 September 2011

Lebaran ini....



Bismilahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum,
Hari ini Alhamdulillah, dapat melalui dengan bersemangat, mudah2an balik university pun semakin bersemangat…insyaAllah(^_^)
    Esok insyaAllah merancang nak gi umah cikgu sekolah rendah,,
Alhamdulillah jugak, cuti nie berkesempatan bertemu dengan rakan2 sekolah menengah time raya ke-2..tak lupa juga sepupu-sepapat, pak cik mak cik time raya pertama..Mudah-mudahan tali persaudaraan berkekalan hingga ke syurga..Buat ahli keluargaku, sama2 kita doa dapat berkumpul di syurga nanti..amin..
       Raya ini berertikah buat kita? Rupa2nya banyak benda yang ana x tau especially mengenai sunnah nabi. Ana baru tahu sunnah nabi pada malam raya nabi akan bertakbir bersama ahli keluarga, tapi realitinya mcm mana yerk?? Mungkin kita melakukannya namun, adakah kita melakukannya kerana adat atau budaya atau sunnah??
Atau kita mungkin antara orang yg menghabiskan masa di ekspo raya pada malam raya untuk mendapatkan pakaian raya pada harga yg murah??Sob..sob…Ruginya kita kerana x bersungguh2 merebut ganjaran ramadhan dan Syawal.
Terkejut jugak ana dengan kesesakan kawasan berhampiran rumah ana selepas pergi terawih hari tue,,,masyaAllah, banyaknya kereta…Terdetik juga,ramai ke yg x perrgi terawih??.Takut juga memikirkan masa depan, mungkinkah kita antara orang yg meninggalkan amalan sunnah pada bulan Ramadhan..yang pastinya, kita sendiri yang kena bergerak untuk menghidupkan bi’ah solehah dalam hidup…Tidak mustahil amalan nie akan tinggal kenang kenangan kalau setiap individu x menggerakkan keluarga yang hidup berdasarkan sunnah..TIDAK!!!!
      Rasanya cukup di sini luahan rasa, jom baca artikel yg menambah input agama plak..insyaAllah..moga allah beriku kesempatan…

                                                     

                                                                      my family

Sepupu sepapatku


Bagaimana Ramadhan???Syawal???

Bismillahirrahmanirrahim...
-(actually dah tulis lama, tapi baru letak catatn nie)

Segala pujian bagi Allah yg telah menciptakan kita, memberikan nikmat2-Nya yang x terhitung,juga selawat dan salam kepada Nabi Muhammad s.a.w dan sahabat-sahabiah serta umat islam yg masih bersungguh-sungguh dalam mempertahankan kalimah Allah di muka bumi...

       Alhamdulillah, di kesempatan entry kali ini, ana telah sihat dan insyaAllah semakin bersemangat(^_^)
Alhamdulillah, Allah telah memberikan kita salah satu nikmat-Nya untuk terus berada dalam meniti perjuangan di sepanjang bulan Ramadhan. Mudah2an Allah akan menyampaikan kita kepada Ramadhan yg seterusnya pula.

     Di kesejukan malam ini dengan hujan sepanjang hari,malam penghujung Ramadhan, malam terakhir kita bertarawih di bulan Ramadhan ini, kesedihan menjenguk tangkai hati ini."Adakah Ramadhan ini benar2 yg terbaik buatku??" Lemah diri ini memikirkan kekerdilan diri ini jika dibandingkan dengan Rasulullah dan para sahabat terdahulu...

   Adakah kita masih termasuk dalam kalangan orang2 yg menantikan semoga Ramadhan berlalu dengan cepat atau orang yg ;sedar akn betapa specialnya Ramadhan dan menggunakan masa di Ramadhan ini dengan sebaiknya???huhu...pikir2kan...Ampunkan kami Ya Allah...

  Selepas ini, bermulalah kembali era godaan dan bisikan syaitan...Teringat kembali ana, bagaimana bulan Ramadhan yg tiada syaitan di sisi pun masih lagi tersungkur dengan nafsu, terutama sewaktu berbuka posa...Kadang2 duk pikir juga,kenapa dulu aku boleh makan sket, sekarang x???huhu...lemah benar diri..Mudah2an,semangat bermujahadah terus kembali dan mara!!! Chayok2..

   Apapun. never give up!!!la tahzan, innallaha maa'na!!! Sayawal bakal menjelma, menandakan kehidupan kampus juga bakal diharungi semula!!
   Buat akhwatku terutama di UUM,Moga kita subur dan mekar dalam tarbyah, dakwah ,study, akhlak, iman dan....Dakwah no.1, dan study bukan no.2!!
   Buat sahabat2 yg kukenali dulu, kini dan selamanya juga, jangan pernah berputus asa dalam membaiki diri kita ke arah yg lebih baik!! Sama2lah cari jalan yg diredhai-Nya..mudah2an kita dapat berkumpul di syurga kelak..Ukhwah fillah abadan abada...Jgn lupa tegur ana, kalo ada salah silap...

         Ya Allah, masukkan kami dalam kalangan orang-orang yang sedar,
         Tunjukkan kami jalan kebenaran agar dapat kami mengikutinya,
         Dan tunjukkan kami jalan kebatilan agar kami dapat menjauhinya...
                                                          Amin...

p/s: Selamat Hari Raya Maaf Zahir Batin....

   

 

Selasa, 23 Ogos 2011

Muhasabah Ramadhan


Assalamualaikum,


untuk entry kali ini ana cuma sempat copy n paste dari salah satu pembacaan ana sbb ana kurang sihat,,, Selamat Membaca!!
Selamat meniti 10 Ramadhan terakhir..

http://back2fitrah.blogspot.com/2010/08/uni-ramadhan-muhasabah-ramadhan-2.html#more

Perkongsian: Muhasabah Ramadhan

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

Andai ku tahu ini Ramadhanku yang terakhir. . .
~pic by fc05 of deviantart

Malam itu sepi. Angin semilir mengalus-alus lembut mukaku, menyapa sanubari. Bulan mengambang penuh, memberi petanda, separuh masa pertama Ramadhan telah melabuhkan tirainya. (nak berpuitis sikit.. hehe)

Masa terasa berlalu begitu pantas. Sama ada kita hayati atau tidak, kita telah pun masuk fasa separuh masa kedua Ramadhan.

Bagaimana dengan hari-hari Ramadhan kita yang telah berlalu?

Sudahkah kita isinya dengan sebaiknya?

Mari sama-sama kita memuhasabah diri sejenak. Perhatikan apa yang telah kita lakukan dalam 15 hari Ramadhan yang telah berlalu. Ramadhan itu hakikatnya hadiah. 29 atau 30 hari yang sedang kita jalani ini merupakan satu pemberian dariNya, lebih-lebih lagi bagi mereka yang beriman, Ramadhan ini adalah satu nikmat yang besar. Ia perlu dihayati, perlu dirasai.

Justeru, sudahkah kita 'lakukan' syukur akan nikmat yang diperolehi ini?

Dan cukupkah syukur yang telah kita laksanakan?

Mari sama-sama kita introspeksi diri.

Pejam mata anda.

Fikirkan, apa yang telah anda lakukan pada hari-hari Ramadhan yang lepas. Dan kemudian, bagaimana pula perancangan anda bagi menggunakan hari-hari Ramadhan yang berbaki.

Pejam mata anda.. Pejam..

Pejam.

Mari muhasabah.

1..  2..  3..  4..  5.. 6.. 7.. 8.. 9..  10..

11.. 12.. 13.. 14.. 15.. 16.. 17.. 18.. 19.. 20


Bagaimana, ada mendapat inspirasi?

Masih ada tak ruang-ruang yang boleh diperbaiki?

Sudah nampak dengan JELAS, bagaimana diri mahu merebut peluang hari-hari Ramadhan yang berbaki?



Tiga Golongan

Jika dilihat secara mudah, kita dapat bahagikan kepada 3 jenis golongan manusia, akan bagaimana mereka mengharungi Bulan Ramadhan ini.

Di manakah kita?

Mari sama-sama kita lihat.


1. Golongan pertama = Golongan 'Adat'

Majoriti masyarakat kita boleh dikatakan berada dalam lingkungan ini. Bagaimana jika kita perhatikan, masjid-masjid yang pada awal Ramadhannya penuh, sehingga hampir melimpah ruah, semakin lama, semakin sepi berkurangan orang. Di situ kita dapat melihat dengan jelas golongan pertama ini. Ramadhan hanya ternampak sebagai adat bagi mereka.

Ketika orang puasa, mereka pun turut sama puasa. (mungkin aurat masih belum sempurna ditutup, sedangkan tutup aurat dengan sempurna pun wajib, sama seperti puasa!)
Ketika orang mem'borong' di Bazir Ramadhan, mereka pun turut sama memborong.
Ketika orang bertarawih, mereka turut bertarawih.
Dan apabila orang ramai mula masuk 'mood' raya, mereka turut sama melayani mood raya.

Sikap-sikap mereka inilah yang kemudiannya bakal menghasilkan masjid-masjid yang mula kelihatan lengang dan sepi, sejajar dengan hari-hari Ramadhan yang kian habis. Bahkan mungkin, kesepian masjid itu akan di'imarah'kan pula dengan bunyi-bunyian mercun dan meriam api.

Inilah golongan adat. Gologan yang menganggap ibadah hanya sekadar ikut-ikutan atau adat. Adakah kita tergolong di dalamnya?


2. Golongan kedua = Golongan 'Rutin'

Terdapat juga manusia yang akan berada dalam golongan kedua ini, yakni golongan rutin. Bagi mereka pula, prestasi ibadah mereka pada bulan Ramadhan daripada awal, pertengahan, dan sehingga menuju ke akhirnya maintain. Mereka istiqamah. Alhamdulillah.

Cumanya, ibadat yang mereka laksanakan sudah dijadikan rutin. Tiada penurunan dari segi prestasi, dan juga tiada peningkatan, baik dari segi kualiti dan kuantiti. Zuq (penghayatan) mereka juga kurang, atas sebab ibadat yang mereka lakukan hanyalah atas sebab memenuhi rutin seharian mereka. Kurang khusyu'.

Malah, salah satu kerugian besar lain bagi golongan ini adalah mereka tidak mengambil kesempatan 10 malam terakhir yang bakal menjelang dengan sebaiknya. Prestasi mereka tidak berubah.

Sememangnya golongan ini jauh lebih baik daripada golongan pertama, tidak dapat dinafikan. Namun mereka ini masih dianggap rugi, kerana kesempatan Ramadhan yang ada tidak mereka pergunakan dengan sepenuhnya.

Inilah golongan rutin, golongan ini mewakili golongan kedua terbesar di kalangan masyarakat kita. Ibadah telah dianggap sebagai rutin harian mereka sahaja.

Adakah ciri-ciri golongan rutin ini ada pada kita?


3. Golongan ketiga = Golongan 'Ghuraba'

Dan akhir sekali, golongan ketiga, golongan dagang/pelik, atau sebagaimana dalam hadis Nabi disebut sebagai ghuraba'. Kenapa mereka dikatakan pelik?

Mereka inilah golongan yang akan menghidupkan masjid, di saat ramai orang ramai sibuk bersiap-siap untuk raya.

Mereka inilah golongan yang khusyu' dan larut dalam bacaan kalamullah, di kala masyarakat sedang asyik mendengdangkan lagu raya yang bakal menjelang tiba.

Mereka inilah golongan yang tetap bersengkang mata demi menghidupkan malam-malan Ramadhan, di ketika manusia yang lain sedang asyik dibuai lena.

Momentum ibadah mereka ini tidak menurun, bahkan meningkat. Bangun malam (qiamullail) mereka semakin konsisten apabila fasa terakhir Ramadhan makin menghampir. Mereka mahu memastikan tidak ada satu malam pun dari malam-malam sepuluh terakhir yang tidak mereka hidupkan dengan khusyu' dan sebaiknya, kerana dikhuatiri andai malam yang tertinggal itulah 'Lailatul Qadr'. Suatu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Jika tidak, mereka akan merasakan kerugian yang teramat.

Mereka inilah golongan ghuraba'! Golongan yang dianggap pelik, dan menentang arus semasa masyarakat kita. Dan sesungguhnya golongan 'ghuraba' inilah golongan yang beruntung.

Bagaimana? Adakah kita layak untuk tergolong dalam golongan ini?

Mari sama-sama kita muhasabah. Dan bertindak dengan menggunakan Ramadhan yang berbaki ini dengan sebaik-baiknya.



Penutup: Andai ini Ramadhanku yang terakhir. . .

Kita tidak tahu sama ada kita masih diketemukan semula dengan Ramadhan pada tahun akan datang atau tidak. Ya, kita memang tidak tahu. Hari-hari esok masih tiada yang pasti bagi kita. Justeru itu, ayuh kita mempergunakan saki-baki Ramadhan yang ada dengan sepenuhnya.

Bahkan, kita turut digalakkan untuk mencari malam 'Laitul Qadr' di 10 malam Ramadhan yang terakhir nanti.

Satu malam yang lebih baik dari seribu bulan (83 tahun ++) !!! Tidakkah kita mahu merebutnya?

Dan mengikut apa yang dicontohkan Nabi Muhammad s.a.w., malam-malam sepuluh terakhir ini, baginda mempergiatkan lagi ibadah-ibadah yang baginda lakukan. Rasulullah s.a.w. menghidupkan malam-malamnya dengan lebih bersungguh-sungguh.

Dalam sebuah hadis...

Dari Aisyah  radhiallahu  'anha, katanya,
" Rasulullah  s.a.w.  itu  apabila telah masuk  sepuluh  hari  yang terakhir dari  bulan Ramadhan, maka  beliau menghidup-hidupkan  malamnya  (yakni  melakukan  ibadat pada  malam harinya  itu),  juga  membangunkan  isterinya,  bersungguh-sungguh dalam ibadat dan mengeraskan  ikat pinggangnya (maksudnya adalah  sebagai kata kinayah (kiasan) menjauhi berkumpul dengan isterinya.)"
[Muttafaq 'alaih]

Dalam hadis lain pula, dari Aisyah  radhiallahu  'anha,  katanya,
" Rasulullah  s.a.w.  itu bersungguh-sungguh  dalam  beribadat  dalam  bulan  Ramadhan  yang  tidak demikian bersungguh-sungguhnya  kalau  dibandingkan  dengan  bulan lainnya,  juga  di dalam  sepuluh  hari  terakhir dari  bulan Ramadhan  itu  beliau s.a.w.  bersungguh-sungguh  pula  yang  tidak  demikian  bersungguh-sungguhnya kalau dibandingkan  dengan hari-hari Ramadhan yang lainnya."
[Riwayat Muslim]

Jom, jom. Tingkatkan ibadah, tingkatkan amalan. Jom!

Dan andaikata ini Ramadhan terakhir buat kita, biarlah hari-hari yang kita lalui di dalamnya ini penuh terisi, penuh bermakna.

Selasa, 16 Ogos 2011

Di penantian ini akhirnya kutempuhi kini..

Bismillahirahmanirrahim.....
      
Alhamdulillah segala pujian bagi Allah dengan limpah dan rahmat-Nya, kutemui Ramadhan..teringatku akn doa yg sering didoakan Rasululluh s.a.w menunggu tibanya Ramadhan..baghlina ramadhan,ya allah...


   Terasa cepat masa berlalu,sekarang sudah hari ke 17 kita berpuasa(17 Ramadhan)...Kini, ku sedang menghitung derik2 berlalunya Ramadhan..Mudah2an ana dan sahabat tidak mempersiakan kedatangan Ramadhan kali ini.. 


   Teringat juga ana iklan JAKIM TV1,maaf ana x igt nama ustaz tu, tapi dia berpesan supaya kita membuat AKUJANJI: Ramadhan kali ini Ramadhan terbaik....Malu ana untuk berbicara,memang x layak...Moga hati dan diri ini turut berbuat apabila mengingatkan orang lain..


    Buat sahabat, mungkin kita telah hidup 20 tahun, 18 tahun,40 tahun, atau _ tahun...Namun, adakah Ramadhan yg berlalu benar-benar terbaik bagi kita? Bagaimana pula dengan penantian lailatulqadr??Lenakah kita atau berjaga malam untuk mencari redha-Nya???


Ya Allah, letakkan kami antara orang2 yang dekat dengan-Mu,
tunjukkan kami jalan2 yg menyampaikan cinta-Mu,
Iaitu jalan-jalan yg Engkau redhai, dan bukan jalan yg Engkau murkai,
Maafkan kekhilafan kami,
Yang lebih suka berbuang masa dari membaca Kalam-Mu,
Menyiakan kelebihan Ramadhan, 
Lalai mengingati-Mu,
Dan asyik menuruti kemahuan hawa,
Dari menuruti perintah dan larangan-Mu...
Ampunkan kami...
...amin, ya Rab...


Teringat ana akan kalam Allah:

        "........Apakah kamu lebih menyenangi kehidupan dunia daripada kehidupan di akhirat? Padahal 
kenikmatan hidup di dunia in(dibandingkan dgn kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit."
                                                                                               (At-Taubah:38)
        " Maka adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan dunia, maka sungguh nerakalah tempat tinggalnya. Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya, dan menahan diri dari(keinginan) hawa nafsunya, maka sungguh, syurgalah tempat tinggalnya."
                                                                                              (An-Nazi'at:37-41) 

p/s:Yang berlalu, biarlah berlalu..Dan gunakan saki-baki Ramadhan dgn terbaik..Moga bertemu redha-nya.
    :Moga hari ini lebih baik dari semalam.

 "Yang demikian itu kerana sesungguhnya, Allah tidak akan mengubah suatu nikmat yang diberikan kepada sesuatu kaum, hingga kaum itu mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui."
                                                                                              (Al-Anfal: 53)



        KITA MAMPU      
         MENGUBAHNYA!!!


-mencari cinta dan redha-Nya-





Alhamdulillah